persepsi ibu kota


Gemerlap lampu ibukota menyambut dengan senyum perih dan manisnya, seakan letih dan lelah melihat hilir mudiknya mereka yang tiada lelah.
Aku merasakan itu… Ya aku meresakan!
Teriakan mereka, menghentikan semua lelah yang ada. Memaksa gembira dan lepas dari semua jerat orang tua. Itu ocehan anak kini yang baru mengenal Ibukota. Teramat sangat berbeda dalam benak, persiapan yang sangat siap kapan saja  mereka butuhkan dan kembali aku hanya tumpuan bathin mereka yang resah dan rindu keluarga kampung halaman.
Mereka meliahatku berbeda dalam persepsi, Ibukota.

Comments